39. Bahkan yang Sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan Sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka Telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.
Ayat ini menggambarlan orang yang belum mengerti tapi belum apa-apa sudah menolak. Belum mengaji, belum membaca, tapi sudah mengedepankan kesombongannya, membaca saja belum apalagi merenung. Tidak ada yang dilakukan terhadap Al-Qur’an tetapi mereka ingkar, ada Rasul datang ditolak. Maka lihatlah apa akibatnya bagi orang-orang yang zholim, karena tidak mengakui hak Allah, baik terhadap dirinya sendiri,maupun terhadap orang lain. Al-Qur’an itu berhak untuk diimani, ketika mereka tidak beriman kepada Al-Qur’an , mereka zholim dan akan binasa.
40. Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Quran, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
Masih berbicara orang kafir Makkah. Diantara orang musyrik itu masih ada sebagian yang beriman dan yakin terhadap Al-Qur’an, tapi ada juga yang tidak. Allah Maha mengetahui tentang orang yang berbuat kerusakan, fisik dan batin. Melakukan perbuatan yang yang ditiru orang banyak, padahahal itu berbahaya. Itulah yang disebut dengan iman yang tercabut dari akalnya.Keimanan dan keyakinan kuncinya ada di hati. Semakin yakin kepada Allah semakin kita tidak mau berbuat yang tidak baik, menyakiti hati orang, maupun diri sendiri. Ayat ini berlaku untuk siapa saja yang hanya meyakini Allah ala kadarnya, sekedar yakin tapi tidak membaca Al-Qur’an. Persipnya yang penting Allah mengetahui.
41. Jika mereka mendustakan kamu, Maka Katakanlah: "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. kamu berlepas diri terhadap apa yang Aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan"
Gambaran Nabi terhadap orang-orang kafir Makkah. Bagiku pekerjaanku, dan bagimu pekerjaanmu. Yang penting sudah kuberitahu. Terserah. Tapi jangan ganggu aku dan uamatku, karena aku pun tidak mengganggu. Jangan halangi apa yang ingin aku kerjakan. Biarkan aku dan umatku menjalankan apa yang sudah jadi keyakinanku. Aku pun tidak akan mengganggu kamu.
.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar